Pesta Santo Petrus: Triduum Perayaan ke-50 Keuskupan Agung Kuching

Relik Santo Petrus (Foto: Dennis Yong)

Oleh Gereja St Peter

KUCHING — Komuniti paroki Gereja St Peter telah meraikan Pesta Santo Petrus dengan satu triduum selama tiga hari yang penuh dengan penghayatan rohani, dari 27 hingga 29 Jun 2026. 

Perayaan ini menjadi persiapan hati dan jiwa umat melalui siri renungan yang berpusat pada relik berharga santo penaung paroki itu.

Renungan sepanjang triduum mengetengahkan tema ‘Relik Para Kudus dalam Kehidupan Seharian’ (Hari Pertama), ‘Relik Santo Petrus: Anugerah kepada Kita’ (Hari Kedua), dan ‘Relik Santo Petrus dan Iman Kita Pada Hari Ini’ (Hari Ketiga). 

Melalui tema-tema ini, umat diajak untuk lebih menghargai persekutuan para kudus serta warisan kerasulan Santo Petrus.

Fr Vincent Chin melutut bersama kanak-kanak di hadapan relik Santo Petrus. (Foto: SPC Media)

Sepanjang triduum tersebut, relik Santo Petrus dipamerkan untuk penghormatan umat selama 30 minit sebelum setiap Misa, memberi peluang kepada umat untuk berdoa dan memohon perantaraan Putera Para Rasul itu. 

Pada penghujung setiap Misa, pemberkatan khas menggunakan relik Santo Petrus disampaikan kepada seluruh jemaat, menjadikan perayaan ini satu pengalaman rohani yang amat bermakna bagi semua yang hadir.

Pada 29 Jun, Pesta Santo Petrus dan Santo Paulus turut menandakan ulang tahun pertama pentahbisan Gereja St Peter yang baharu. 

Menambahkan lagi kemeriahan perayaan, kanak-kanak Sekolah Minggu memperindahkan liturgi melalui nyanyian mereka yang merdu. 

Pada penghujung Misa, Fr Vincent Chin, Rektor Gereja St Peter, memimpin kanak-kanak serta seluruh jemaat mendaraskan Doa Santo Petrus sambil berlutut di hadapan relik tersebut untuk menyerahkan paroki itu kepada perantaraan santo penaungnya serta memperbaharui komitmen untuk menghayati Injil dengan penuh keberanian dan harapan.

Menjelang berakhirnya perayaan, umat diingatkan akan pengakuan iman dan kasih Santo Petrus yang penuh keikhlasan: “Tuhan, Engkau mengetahui segala sesuatu; Engkau tahu bahawa aku mengasihi-Mu.” (Yohanes 21:17). 

Semoga doa yang ringkas namun mendalam ini terus mengilhami setiap anggota paroki untuk semakin bertumbuh dalam kasih kepada Kristus dan, seperti Santo Petrus, dengan setia menyahut panggilan Tuhan: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.